40% pasien rawat inap mengalami malnutrisi dengan berbagai derajat keparahan (Heys SD. 1999). 47,3% lansia mengalami malnutrisi dan sisanya berisiko mengalami malnutrisi (Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 2020). Di samping itu, gaya hidup masa kini yang mementingkan kepraktisan dan kecepatan memunculkan risiko kekurangan zat gizi makro maupun mikro karena pilihan makanan fast food yang tidak bergizi seimbang.
Dengan kondisi tersebut, kehadiran makanan cair yang bergizi lengkap dan seimbang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dan lansia yang mengalami gangguan mengunyah, menelan, maupun mencerna makanan serta menjadi pilihan praktis yang sejalan dengan gaya hidup masyarakat umum masa kini yang serba praktis.